Halaman

Sabtu, 12 Januari 2013

MATERI FAKTORISASI SUKU ALJABAR

A.    PENGERTIAN KOEFISIEN, VARIABEL, KONSTANTA, DAN SUKU
Bonar dan Cut Mimi membeli alat-alat tulis di koperasi sekolah. Mereka membeli 5 buku tulis, 2 pensil, dan 3 bolpoin. Jika buku tulis dinyatakan dengan x, pensil dengan y, dan bolpoin dengan z maka Bonar dan Cut Mimi membeli 5x + 2y + 3z.
Selanjutnya, bentuk-bentuk  5x+ 2y + 3z, 2x2, 4xy2, 5x2 – 1, dan (x – 1) (x + 3) disebut bentuk-bentuk aljabar. Sebelum mempelajari faktorisasi suku aljabar, marilah kita ingat kembali istilah-istilah yang terdapat pada bentuk aljabar.
1.      Variabel
Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas. Variabel disebut juga peubah. Variabel biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a, b, c, ... z.
Contoh
Tulislah setiap kalimat berikut dengan menggunakan variabel sebagai pengganti bilangan yang belum diketahui nilainya.
a.       Jumlah dua bilangan ganjil berurutan adalah 20.
b.      Suatu bilangan jika dikalikan 5 kemudian dikurangi 3, hasilnya adalah 12.
Jawab
a.       Misalkan bilangan tersebut  x dan  x + 2, berarti x + x + 2 = 20.
b.      Misalkan bilangan tersebut x, berarti 5x – 3 = 12.
2.      Konstanta
Suku dari suatu bentuk aljabar yang berupa bilangan dan tidak memuat variabel disebut konstanta.
Contoh
Tentukan konstanta pada bentuk aljabar berikut.
a.       2x2 + 3xy + 7x – y – 8
b.      3 – 4x2 – x
Jawab
a.       Konstanta adalah suku yang tidak memuat variabel, sehingga konstanta dari 2x2 + 3xy + 7x – y – 8 adalah –8.
b.      Konstanta dari 3 – 4x2 – x adalah 3.
3.      Koefisien
Koefisien pada bentuk aljabar adalah faktor konstanta dari suatu suku pada bentuk aljabar.
Contoh
Tentukan koefisien x pada bentuk aljabar berikut.
a.       5x2y + 3x
b.      2x2 + 6x – 3
Jawab
a.       Koefisien x dari 5x2y + 3x adalah 3.
b.      Koefisien x dari 2x2 + 6x – 3 adalah 6.
4.      Suku
Suku adalah variabel beserta koefisiennya atau konstanta pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi jumlah atau selisih.
a.       Suku satu adalah bentuk aljabar yang tidak dihubungkan oleh operasi jumlah atau selisih.
Contoh:  3x, 4a2, –2ab, ...
b.      Suku dua adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh satu operasi jumlah atau selisih.
Contoh: a2 + 2, x + 2y, 3x2 – 5x, ...
c.       Suku tiga adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh dua operasi jumlah atau selisih.
Contoh:  3x2 + 4x – 5, 2x + 2y – xy, ...
Bentuk aljabar yang mempunyai lebih dari dua suku disebut suku banyak atau polinom.



B.     OPERASI HITUNG PADA BENTUK ALJABAR
1.      Penjumlahan dan Pengurangan
Ujang memiliki 15 kelereng merah dan 9 kelereng putih. Jika kelereng merah dinyatakan dengan x dan kelereng putih dinyatakan dengan y maka banyaknya kelereng Ujang adalah 15x + 9y. Selanjutnya, jika Ujang diberi kakaknya 7 kelereng merah dan 3 kelereng putih maka banyaknya kelereng Ujang sekarang adalah 22x + 12y. Hasil ini diperoleh dari (15x + 9y) + (7x + 3y).
Amatilah bentuk aljabar 3x2 – 2x + 3y + x2 + 5x + 10. Suku-suku 3x2 dan x2 disebut suku-suku sejenis, demikian juga suku-suku –2x dan 5x. Adapun suku-suku –2x dan 3y merupakan suku-suku tidak sejenis.
Suku-suku sejenis adalah suku yang memiliki variabel dan pangkat dari masing-masing variabel yang sama.
Contoh 1
Tentukan hasil penjum-lahan 3x2 – 2x + 5 dengan x2 + 4x – 3.
Jawab
(3x2 – 2x + 5) + (x2 + 4x – 3) = 3x2 – 2x + 5 + x2 + 4x – 3
= 3x2 + x2 – 2x + 4x + 5 – 3  → kelompokkan suku-suku sejenis
= (3 + 1)x2 + (–2 + 4)x + (5 – 3)  →  sifat distributif
= 4x2 + 2x + 2
Contoh 2
Tentukan hasil pengu-rangan 4y2 – 3y + 2 dari 2(5y2 – 3).
Jawab
2(5y2 – 3) – (4y2 – 3y + 2) = 10y2 – 6 – (4y2 – 3y + 2)
=  10y2 – 6 – 4y2 + 3y – 2
=  (10 – 4)y2 + 3y + (–6 – 2)
=  6y2 + 3y – 8
2.      Perkalian
a.      Perkalian suatu b ilangan dengan bentuk aljabar
Jika a, b, dan c bilangan bulat maka berlaku a(b + c) = ab + ac. Sifat distributif ini dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan operasi perkalian pada bentuk aljabar.
Perkalian suku dua (ax +  b) dengan skalar/bilangan  k dinyatakan sebagai berikut.
k(ax +  b) =  kax +  kb
Contoh 1
Jabarkan bentuk perkalian berikut.
a.       2(3x – y)
b.      8(–x2 + 3x)
Jawab
a.       2(3x – y) = 2 × 3x + 2 × (–y) = 6x – 2y
b.      8(–x2 + 3x) = –8x2 + 24x
Contoh 2
Selesaikan bentuk perkalian berikut.
a.       2(–6x)
b.      (–4x)(–2y)
c.       (3a)(–3a)
Jawab
a.       2(–6x) = 2  × (–6) × x = –12x
b.      (–4x)(–2y) = (–4) × (–2) × xy = 8xy
c.       (3a)(–3a) = 3 × (–3) × a2 = –9a2
b.      Perkalian antara bentuk aljabar dan bentuk aljabar
Telah kalian pelajari bahwa perkalian antara bilangan skalar k dengan suku dua (ax + b ) adalah  k (ax + b) =  kax + kb. Dengan memanfaatkan sifat distributif pula, perkalian antara bentuk aljabar suku dua (ax + b) dengan suku dua (ax + d) diperoleh sebagai berikut.
       (ax + b) (cx + d) = ax(cx + d) + b(cx + d)
= ax(cx) + ax(d) + b(cx) + bd
= acx2 + (ad + bc)x + bd
Sifat distributif dapat pula digunakan pada perkalian suku dua dan suku tiga.
 (ax + b) (cx2 + dx + e) =  ax(cx2) + ax(dx) + ax(e) + b(cx2) + b(dx) + b(e)
   =  acx3 + adx2 +  aex + bcx2 + bdx + be
   =  acx3 + (ad + bc)x2 + (ae + bd)x +  be
Selanjutnya, kita akan membahas mengenai hasil perkalian (ax + b)       (ax + b ), (ax + b)(ax – b ), (ax – b)(ax – b ), dan (ax2 + bx + c)2. Pelajari uraian berikut ini.
a.       (ax + b)2 = (ax + b)(ax + b)
= ax(ax + b) + b(ax + b)
= ax(ax) + ax(b) + b(ax) + b2
= a2x2 + abx + abx + b2
= a2x2 + 2abx + b2
b.      (ax + b)(ax – b) = ax(ax – b) + b(ax – b)
= ax(ax) + ax(–b) + b(ax) + b(–b)
= a2x2 – abx + abx – b2
= a2x2 – b2
c.      (ax + b)2 = (ax – b)(ax – b)
= ax(ax – b) –b(ax – b)
= ax(ax) – ax(–b) – b(ax) – b(–b)
= a2x2 – abx – abx + b2
= a2x2 – 2abx + b2
Contoh
Tentukan hasil perkalian (2x + 3) (x2 + 2x – 5)
Jawab
Cara (i) dengan sifat distributif
(2x + 3) (x2 + 2x – 5) = 2x(x2 + 2x – 5) + 3(x2 + 2x – 5)
= 2x3 + 4x2 – 10x + 3x2 + 6x – 15
= 2x3 + 4x2 + 3x2 – 10x + 6x – 15
= 2x3 + 7x2 – 4x – 15
Cara (ii) dengan skema
(2x + 3) (x2 + 2x – 5) = 2x3 + 4x2 – 10x + 3x2 + 6x – 15
= 2x3 + 4x2 + 3x2 – 10x + 6x – 15
= 2x3 + 7x2 – 4x – 15


3.      Perpangkatan Bentuk Akar
Coba kalian ingat kembali operasi perpangkatan pada bilangan bulat. Operasi perpangkatan diartikan sebagai operasi perkalian berulang dengan unsur yang sama. Untuk sebarang bilangan bulat a, berlaku
Pada perpangkatan bentuk aljabar suku satu, perlu diperhatikan perbedaan antara 3x2, (3x)2, –(3x)2, dan (–3x)2 sebagai berikut.
a.       3x2 = 3 × x × x = 3x2
b.      (3x)2 = (3x) × (3x) = 9x2
c.       –(3x)2 = –((3x) × (3x)) = –9x2
d.      (–3x)2 = (–3x) × (–3x) = 9x2
Untuk menentukan perpangkatan pada bentuk aljabar suku dua, untuk       (a + b)n dengan n bilangan asli, dapat disimpulkan koefisien-koefisien (a + b)n membentuk barisan segitiga Pascal seperti berikut.
Pangkat dari a (unsur pertama) pada (a + b)n dimulai dari an kemudian berkurang satu demi satu dan terakhir  a1 pada suku ke-n. Sebaliknya, pangkat dari b (unsur kedua) dimulai dengan b1 pada suku ke-2 lalu bertambah satu demi satu dan terakhir bn pada suku ke-(n + 1). Perhatikan contoh berikut.
Contoh
Tentukan hasil perpangkatan bentuk aljabar (x + 4y)3
Jawab
(x + 4y)3 = 1(x3) + 3(x2)(4y)1 + 3x(4y)2 + 1(4y)3
=1x3 + 3x2(4y) + 3x(16y2) + 1(64y3)
= x3 + 12x2y + 48xy2 + 64y
4.      Pembagian
Telah kalian pelajari bahwa jika suatu bilangan a dapat diubah menjadi     a = p × q dengan a, p, q bilangan bulat maka p dan q disebut faktor-faktor dari a. Hal tersebut berlaku pula pada bentuk aljabar.
Perhatikan uraian berikut.
Pada bentuk aljabar di atas, 2,  x2, y, dan z2 adalah faktor-faktor dari 2x2yz2, sedangkan  x3, y2, dan  z adalah faktor-faktor dari bentuk aljabar x3y2z. Faktor sekutu (faktor yang sama) dari 2x2yz2 dan x3y2z adalah x2,y,dan z, sehingga diperoleh
Berdasarkan uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa jika dua bentuk aljabar memiliki faktor sekutu yang sama maka hasil bagi kedua bentuk aljabar tersebut dapat ditulis dalam bentuk yang lebih sederhana. Dengan demikian, pada operasi pembagian bentuk aljabar kalian harus menentukan terlebih dahulu faktor sekutu kedua bentuk aljabar tersebut, kemudian baru dilakukan pembagian.
Contoh
Sederhanakan bentuk aljabar berikut.
1.        5xy : 2x
2.        6x3 : 3x2
3.        8a2b3 : 2ab
4.        (p2q × pq) :  p2q2
Jawab



C.    PEMFAKTORAN BENTUK ALJABAR
Dari bentuk di atas, tampak bahwa bentuk penjumlahan dapat dinyatakan sebagai bentuk perkalian jika suku-suku dalam bentuk penjumlahan tersebut memiliki faktor yang sama. Dari bentuk ax + ay = a(x + y), a dan (x + y) merupakan faktor-faktor dari ax + ay.
Proses menyatakan bentuk penjumlahan menjadi suatu bentuk perkalian faktor-faktornya disebut pemfaktoran atau faktorisasi.
Pemfaktoran atau faktorisasi bentuk aljabar adalah menyatakan bentuk penjumlahan menjadi suatu bentuk perkalian dari bentuk aljabar tersebut.
Sekarang, kalian akan mempelajari faktorisasi dari beberapa bentuk aljabar. Perhatikan uraian berikut.
1.      Bentuk ax + ay + az + ... dan ax + bx – cx
Bentuk aljabar yang terdiri atas dua suku atau lebih dan memiliki faktor sekutu dapat difaktorkan dengan menggunakan sifat distributif.
ax + ay + az + ... = a(x + y + z + ...)
ax + bx – cx = x(a + b – c)
Contoh
Faktorkanlah bentuk-bentuk aljabar berikut.
a.       2x + 2y
b.      x2 + 3x
c.       a2 +  ab
d.      pq2r3 + 2p2qr + 3pqr
Jawab
a.       2x + 2y memiliki faktor sekutu 2, sehingga 2x + 2y = 2(x + y).
b.      x2 + 3x memiliki faktor sekutu x, sehingga x2 + 3x = x(x + 3).
c.       a2 + ab memiliki faktor sekutu a, sehingga a2 + ab =  a(a + b).
d.      pq2r3 + 2p2qr + 3pqr memiliki faktor sekutu pqr, sehingga
pq2r3 + 2p2qr + 3pqr =  pqr(qr2 + 2p + 3).
2.      Bentuk Selisih Dua Kuadrat x2 – y2
Bentuk aljabar yang terdiri atas dua suku dan merupakan selisih dua kuadrat dapat dijabarkan sebagai berikut.
Dengan demikian, bentuk selisih dua kuadrat x2 – y2 dapat dinyatakan sebagai berikut.
Contoh
Faktorkanlah bentuk aljabar berikut.
Jawab
3.      Bentuk x2 + 2xy + y2 dan  x2 – 2xy + y2
Untuk memfaktorkan bentuk aljabar  x2 + 2xy + y2 dan x2 – 2xy + y2 perhatikan uraian berikut.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut.
x2 + 2xy + y2 = (x + y)(x + y) = (x + y)2
x2 – 2xy + y2 = (x – y)(x – y) = (x – y)2
Contoh
Faktorkanlah bentuk-bentuk berikut.
a.       p2 + 2pq + q2
b.      x2 – 4x + 4
Jawab
4.      Bentuk ax2 + bx + c dengan  a = 1
Pada pembahasan di depan telah kalian pelajari mengenai perkalian antara suku dua dan suku dua sebagai berikut.
Sebaliknya, bentuk suku tiga x2 + 5x + 6 apabila difaktorkan menjadi
Perhatikan bahwa bentuk aljabar x2 + 5x + 6 memenuhi bentuk                 x2 + bx + c.
Berdasarkan pengerjaan di atas, ternyata untuk memfaktorkan bentuk      x2 + bx + c dilakukan dengan cara mencari dua bilangan real yang hasil kalinya sama dengan c dan jumlahnya sama dengan b.
5.      Bentuk ax2 + bx + c dengan a ≠ 1, a ≠ 0
Kalian telah mempelajari perkalian antara suku dua dengan suku dua menjadi bentuk penjumlahan seperti berikut.
Perhatikan bahwa (9 + 8) = 17 dan 9 × 8 = 12 × 6.
Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa bentuk ax2 + bx + c dengan a ≠ 1, a ≠ 0 dapat difaktorkan dengan cara berikut.
ax2 + bx + c = ax2 + px + qx + c
dengan p × q = a × c dan p + q = b
Selain dengan menggunakan sifat distributif, terdapat rumus yang dapat digunakan untuk memfaktorkan bentuk aljabar ax2 + bx + c dengan a ≠ 1. Perhatikan uraian berikut.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa m × n = a × c dan m + n = b.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada dua cara untuk memfaktorkan bentuk aljabar ax2 + bx + c  dengan a ≠ 1 sebagai berikut.
a.      Menggunakan sifat distributif
b.      Menggunakan Rumus



D.    OPERASI PADA PECAHAN BENTUK ALJABAR
1.      Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Aljabar
Adapun pada penjumlahan dan pengurangan pecahan aljabar dengan penyebut berbeda dapat dilakukan dengan cara menyamakan penyebutnya terlebih dahulu menjadi kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari penyebut-penyebutnya.
Contoh
Selesaikan operasi penjum-lahan atau pengurangan berikut.
Jawab
2.      Perkalian dan Pembagian Pecahan Aljabar
Perkalian antara dua pecahan dapat dilakukan dengan mengalikan antara  pembilang dengan  pembilang dan  penyebut dengan penyebut.
Pembagian antara dua pecahan aljabar dilakukan dengan mengubah bentuk pembagian menjadi bentuk perkalian dengan cara mengalikan dengan kebalikan pecahan pembagi.
Contoh
Selesaikan operasi perkalian berikut.
Jawab
3.      Menyederhanakan Pecahan Aljabar
Pecahan dikatakan sederhana jika pembilang dan penyebut pecahan tersebut tidak lagi memiliki faktor persekutuan, kecuali 1. Dengan kata lain, jika pembilang dan penyebut suatu pecahan memiliki faktor yang sama kecuali 1 maka pecahan tersebut dapat disederhanakan. Hal ini juga berlaku pada pecahan bentuk aljabar.
Menyederhanakan pecahan aljabar dapat dilakukan dengan memfaktorkan pembilang dan penyebutnya terlebih dahulu, kemudian dibagi dengan faktor sekutu dari pembilang dan penyebut tersebut.
Contoh
Selesaikan pembagian pecahan aljabar berikut.
Jawab
4.      Menyederhanakan Pecahan Bersusun (Kompleks)
Pecahan bersusun (kompleks)  adalah suatu pecahan yang pembilang atau penyebutnya atau kedua-duanya masih memuat pecahan. Untuk menyederhanakan pecahan bersusun, dilakukan dengan cara mengalikan pembilang dan penyebutnya dengan KPK dari penyebut pecahan pada pembilang dan penyebut pecahan pada penyebut pecahan bersusun.
Contoh
Sederhanakan pecahan.
Jawab



DAFTAR PUSTAKA
Nuharini, Dewi dan Tri Wahyuni. 2008. Matematika Konsep dan Aplikasinya: untuk SMP/MTs Kelas VIII. Depdiknas. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar