Download Film Habibie Dan Ainun Full - Memang film ini sangat menyentuh jati siapa saja yang melihat film habibi dan ainun ini kisa yang sangat romantis dan juga penu dengan tantangan hidup semasa perjalanan bapak Habibi dan Ainun dimana susah hingga kesuksesan dirainya. " Untuk film ini memang film dewasabukan untuk anak-anak karena banyak adegan ciumannya hehe..".
Saat peluncuran film Habibi dan ainun ini banyak sekali yang nonton hingga di bioskop di tempat saya sangat full hingga banyak orang yang tidak mendapatkan karcin masuk. Itu memang sangat di sayangkan. Untuk yang sudah mendapatkan tiket mereka sangat puas sekali tentang film Habibi dan Ainun ini, karena kisah yang nyata dan penu semangat untuk bisa membangun bangsa Indonesia.
Oke langsung saja lihat di bawah ini sinopsis Film Habibie Dan Ainun yang di perankan olehReza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ibu Ainun.
Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karir terbuka lebar untuknya.
Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman.
Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.
Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?
link downloadnya berikut...
http://adf.ly/HGgiF
atau kunjungi website resminya di http://adf.ly/HGhH9 selamat menikmati
SEMUANYA ADA DAN GRATISS
Minggu, 13 Januari 2013
Sabtu, 12 Januari 2013
MATERI FAKTORISASI SUKU ALJABAR
A.
PENGERTIAN
KOEFISIEN, VARIABEL, KONSTANTA, DAN SUKU
Bonar dan Cut Mimi
membeli alat-alat tulis di koperasi sekolah. Mereka membeli 5 buku tulis, 2
pensil, dan 3 bolpoin. Jika buku tulis dinyatakan dengan x, pensil dengan y,
dan bolpoin dengan z maka Bonar dan Cut Mimi membeli 5x + 2y + 3z.
Selanjutnya,
bentuk-bentuk 5x+ 2y + 3z, 2x2,
4xy2, 5x2 – 1, dan (x – 1) (x + 3) disebut bentuk-bentuk
aljabar. Sebelum mempelajari faktorisasi suku aljabar, marilah kita ingat
kembali istilah-istilah yang terdapat pada bentuk aljabar.
1.
Variabel
Variabel
adalah
lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas.
Variabel disebut juga peubah. Variabel biasanya dilambangkan dengan huruf kecil
a, b, c, ... z.
Contoh
Tulislah setiap kalimat berikut dengan
menggunakan variabel sebagai pengganti bilangan yang belum diketahui nilainya.
a. Jumlah
dua bilangan ganjil berurutan adalah 20.
b. Suatu
bilangan jika dikalikan 5 kemudian dikurangi 3, hasilnya adalah 12.
Jawab
a. Misalkan
bilangan tersebut x dan x + 2, berarti x + x + 2 = 20.
b. Misalkan
bilangan tersebut x, berarti 5x – 3 = 12.
2.
Konstanta
Suku dari suatu bentuk
aljabar yang berupa bilangan dan tidak memuat variabel disebut konstanta.
Contoh
Tentukan konstanta pada bentuk aljabar
berikut.
a. 2x2
+ 3xy + 7x – y – 8
b. 3
– 4x2 – x
Jawab
a. Konstanta
adalah suku yang tidak memuat variabel, sehingga konstanta dari 2x2
+ 3xy + 7x – y – 8 adalah –8.
b. Konstanta
dari 3 – 4x2 – x adalah 3.
3.
Koefisien
Koefisien
pada
bentuk aljabar adalah faktor konstanta dari suatu suku pada bentuk aljabar.
Contoh
Tentukan koefisien x pada bentuk aljabar
berikut.
a. 5x2y
+ 3x
b. 2x2
+ 6x – 3
Jawab
a. Koefisien
x dari 5x2y + 3x adalah 3.
b. Koefisien
x dari 2x2 + 6x – 3 adalah 6.
4.
Suku
Suku adalah variabel
beserta koefisiennya atau konstanta pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh
operasi jumlah atau selisih.
a. Suku
satu adalah bentuk aljabar yang tidak dihubungkan oleh operasi jumlah atau
selisih.
Contoh: 3x, 4a2, –2ab, ...
b. Suku
dua adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh satu operasi jumlah atau selisih.
Contoh: a2 + 2, x + 2y, 3x2 – 5x,
...
c. Suku
tiga adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh dua operasi jumlah atau
selisih.
Contoh: 3x2 + 4x – 5, 2x + 2y – xy, ...
Bentuk aljabar yang mempunyai lebih dari
dua suku disebut suku banyak atau polinom.
B. OPERASI HITUNG PADA BENTUK ALJABAR
1.
Penjumlahan
dan Pengurangan
Ujang memiliki 15
kelereng merah dan 9 kelereng putih. Jika kelereng merah dinyatakan dengan x
dan kelereng putih dinyatakan dengan y maka banyaknya kelereng Ujang adalah 15x
+ 9y. Selanjutnya, jika Ujang diberi kakaknya 7 kelereng merah dan 3 kelereng
putih maka banyaknya kelereng Ujang sekarang adalah 22x + 12y. Hasil ini
diperoleh dari (15x + 9y) + (7x + 3y).
Amatilah bentuk aljabar
3x2 – 2x + 3y + x2 + 5x + 10. Suku-suku 3x2
dan x2 disebut suku-suku
sejenis, demikian juga suku-suku –2x dan 5x. Adapun suku-suku –2x dan 3y
merupakan suku-suku tidak sejenis.
Suku-suku
sejenis adalah suku yang memiliki variabel dan pangkat dari
masing-masing variabel yang sama.
Contoh 1
Tentukan hasil penjum-lahan 3x2
– 2x + 5 dengan x2 + 4x – 3.
Jawab
(3x2 – 2x + 5) + (x2
+ 4x – 3) = 3x2 – 2x + 5 + x2 + 4x – 3
= 3x2 + x2 – 2x +
4x + 5 – 3 → kelompokkan suku-suku
sejenis
= (3 + 1)x2 + (–2 + 4)x + (5
– 3) →
sifat distributif
= 4x2 + 2x + 2
Contoh 2
Tentukan hasil pengu-rangan 4y2
– 3y + 2 dari 2(5y2 – 3).
Jawab
2(5y2 – 3) – (4y2
– 3y + 2) = 10y2 – 6 – (4y2 – 3y + 2)
=
10y2 – 6 – 4y2 + 3y – 2
=
(10 – 4)y2 + 3y + (–6 – 2)
=
6y2 + 3y – 8
2.
Perkalian
a.
Perkalian
suatu b ilangan dengan bentuk aljabar
Jika a, b, dan c
bilangan bulat maka berlaku a(b + c) = ab + ac. Sifat distributif ini dapat
dimanfaatkan untuk menyelesaikan operasi perkalian pada bentuk aljabar.
Perkalian suku dua (ax
+ b) dengan skalar/bilangan k dinyatakan
sebagai berikut.
k(ax
+ b) =
kax + kb
Contoh 1
Jabarkan bentuk perkalian berikut.
a. 2(3x
– y)
b. 8(–x2
+ 3x)
Jawab
a. 2(3x
– y) = 2 × 3x + 2 × (–y) = 6x – 2y
b. 8(–x2
+ 3x) = –8x2 + 24x
Contoh 2
Selesaikan bentuk perkalian berikut.
a. 2(–6x)
b. (–4x)(–2y)
c. (3a)(–3a)
Jawab
a. 2(–6x)
= 2 × (–6) × x = –12x
b. (–4x)(–2y)
= (–4) × (–2) × xy = 8xy
c. (3a)(–3a)
= 3 × (–3) × a2 = –9a2
b.
Perkalian
antara bentuk aljabar dan bentuk aljabar
Telah kalian pelajari
bahwa perkalian antara bilangan skalar k
dengan suku dua (ax + b ) adalah k (ax + b) = kax
+ kb. Dengan memanfaatkan sifat
distributif pula, perkalian antara bentuk aljabar suku dua (ax + b) dengan suku
dua (ax + d) diperoleh sebagai berikut.
(ax + b) (cx + d) = ax(cx + d) + b(cx + d)
= ax(cx) + ax(d) + b(cx) + bd
= acx2 + (ad + bc)x + bd
Sifat distributif dapat pula digunakan
pada perkalian suku dua dan suku tiga.
(ax
+ b) (cx2 + dx + e) = ax(cx2)
+ ax(dx) + ax(e) + b(cx2) + b(dx) + b(e)
= acx3 + adx2 + aex + bcx2 + bdx + be
= acx3
+ (ad + bc)x2 + (ae + bd)x +
be
Selanjutnya, kita akan
membahas mengenai hasil perkalian (ax + b) (ax + b ), (ax + b)(ax – b ), (ax – b)(ax
– b ), dan (ax2 + bx + c)2. Pelajari uraian berikut ini.
a. (ax
+ b)2 = (ax + b)(ax + b)
= ax(ax + b) + b(ax + b)
= ax(ax) + ax(b) + b(ax) + b2
= a2x2 + abx + abx + b2
= a2x2 + 2abx + b2
b. (ax
+ b)(ax – b) = ax(ax – b) + b(ax – b)
= ax(ax) + ax(–b) + b(ax) + b(–b)
= a2x2 – abx + abx – b2
= a2x2 – b2
c. (ax
+ b)2 = (ax – b)(ax – b)
= ax(ax – b)
–b(ax – b)
= ax(ax) – ax(–b)
– b(ax) – b(–b)
= a2x2
– abx – abx + b2
= a2x2
– 2abx + b2
Contoh
Tentukan hasil perkalian (2x + 3) (x2 +
2x – 5)
Jawab
Cara (i) dengan sifat distributif
(2x + 3) (x2 + 2x – 5) = 2x(x2
+ 2x – 5) + 3(x2 + 2x – 5)
=
2x3 + 4x2 – 10x + 3x2 + 6x – 15
=
2x3 + 4x2 + 3x2 – 10x + 6x – 15
=
2x3 + 7x2 – 4x – 15
Cara (ii) dengan skema
(2x + 3) (x2 + 2x – 5) = 2x3
+ 4x2 – 10x + 3x2 + 6x – 15
=
2x3 + 4x2 + 3x2 – 10x + 6x – 15
=
2x3 + 7x2 – 4x – 15
3.
Perpangkatan
Bentuk Akar
Coba kalian ingat
kembali operasi perpangkatan pada bilangan bulat. Operasi perpangkatan
diartikan sebagai operasi perkalian berulang dengan unsur yang sama. Untuk
sebarang bilangan bulat a, berlaku

Pada perpangkatan
bentuk aljabar suku satu, perlu diperhatikan perbedaan antara 3x2,
(3x)2, –(3x)2, dan (–3x)2 sebagai berikut.
a. 3x2
= 3 × x × x = 3x2
b. (3x)2
= (3x) × (3x) = 9x2
c. –(3x)2
= –((3x) × (3x)) = –9x2
d. (–3x)2
= (–3x) × (–3x) = 9x2
Untuk menentukan
perpangkatan pada bentuk aljabar suku dua, untuk (a + b)n dengan n bilangan
asli, dapat disimpulkan koefisien-koefisien (a + b)n membentuk
barisan segitiga Pascal seperti
berikut.

Pangkat dari a (unsur
pertama) pada (a + b)n dimulai dari an kemudian berkurang
satu demi satu dan terakhir a1
pada suku ke-n. Sebaliknya, pangkat
dari b (unsur kedua) dimulai dengan b1 pada suku ke-2 lalu bertambah
satu demi satu dan terakhir bn pada suku ke-(n + 1). Perhatikan contoh berikut.

Contoh
Tentukan hasil perpangkatan bentuk
aljabar (x + 4y)3
Jawab
(x + 4y)3 = 1(x3)
+ 3(x2)(4y)1 + 3x(4y)2 + 1(4y)3
=1x3
+ 3x2(4y) + 3x(16y2) + 1(64y3)
=
x3 + 12x2y + 48xy2 + 64y
4.
Pembagian
Telah kalian pelajari
bahwa jika suatu bilangan a dapat diubah menjadi a = p × q dengan a, p, q bilangan bulat
maka p dan q disebut faktor-faktor dari a. Hal tersebut berlaku pula pada
bentuk aljabar.
Perhatikan uraian berikut.

Pada bentuk aljabar di
atas, 2, x2, y, dan z2
adalah faktor-faktor dari 2x2yz2, sedangkan x3, y2, dan z adalah faktor-faktor dari bentuk aljabar x3y2z.
Faktor sekutu (faktor yang sama) dari 2x2yz2 dan x3y2z
adalah x2,y,dan z, sehingga diperoleh

Berdasarkan uraian di
atas dapat kita simpulkan bahwa jika dua bentuk aljabar memiliki faktor sekutu
yang sama maka hasil bagi kedua bentuk aljabar tersebut dapat ditulis dalam
bentuk yang lebih sederhana. Dengan demikian, pada operasi pembagian bentuk aljabar
kalian harus menentukan terlebih dahulu faktor sekutu kedua bentuk aljabar
tersebut, kemudian baru dilakukan pembagian.
Contoh
Sederhanakan bentuk aljabar berikut.
1.
5xy : 2x
2.
6x3 : 3x2
3.
8a2b3 : 2ab
4.
(p2q × pq) : p2q2
Jawab

C. PEMFAKTORAN BENTUK ALJABAR

Dari bentuk di atas,
tampak bahwa bentuk penjumlahan dapat dinyatakan sebagai bentuk perkalian jika
suku-suku dalam bentuk penjumlahan tersebut memiliki faktor yang sama. Dari
bentuk ax + ay = a(x + y), a dan (x + y) merupakan faktor-faktor dari ax + ay.
Proses menyatakan
bentuk penjumlahan menjadi suatu bentuk perkalian faktor-faktornya disebut pemfaktoran atau faktorisasi.
Pemfaktoran atau
faktorisasi bentuk aljabar adalah menyatakan bentuk penjumlahan menjadi suatu
bentuk perkalian dari bentuk aljabar tersebut.
Sekarang, kalian akan
mempelajari faktorisasi dari beberapa bentuk aljabar. Perhatikan uraian
berikut.
1.
Bentuk
ax + ay + az + ... dan ax + bx – cx
Bentuk aljabar yang
terdiri atas dua suku atau lebih dan memiliki faktor sekutu dapat difaktorkan
dengan menggunakan sifat distributif.
ax + ay + az + ... =
a(x + y + z + ...)
ax + bx – cx = x(a + b
– c)
Contoh
Faktorkanlah bentuk-bentuk aljabar
berikut.
a. 2x
+ 2y
b. x2
+ 3x
c. a2
+ ab
d. pq2r3
+ 2p2qr + 3pqr
Jawab
a. 2x
+ 2y memiliki faktor sekutu 2, sehingga 2x + 2y = 2(x + y).
b. x2
+ 3x memiliki faktor sekutu x, sehingga x2 + 3x = x(x + 3).
c. a2
+ ab memiliki faktor sekutu a, sehingga a2 + ab = a(a + b).
d. pq2r3
+ 2p2qr + 3pqr memiliki faktor sekutu pqr, sehingga
pq2r3 + 2p2qr
+ 3pqr = pqr(qr2 + 2p + 3).
2.
Bentuk
Selisih Dua Kuadrat x2 – y2
Bentuk aljabar yang
terdiri atas dua suku dan merupakan selisih dua kuadrat dapat dijabarkan
sebagai berikut.

Dengan demikian, bentuk
selisih dua kuadrat x2 – y2 dapat dinyatakan sebagai
berikut.
Contoh
Faktorkanlah bentuk aljabar berikut.

Jawab

3.
Bentuk
x2 + 2xy + y2
dan x2
– 2xy + y2
Untuk memfaktorkan
bentuk aljabar x2 + 2xy + y2
dan x2 – 2xy + y2 perhatikan uraian berikut.


Berdasarkan uraian di
atas, dapat disimpulkan sebagai berikut.
x2 + 2xy + y2
= (x + y)(x + y) = (x + y)2
x2 – 2xy + y2
= (x – y)(x – y) = (x – y)2
Contoh
Faktorkanlah bentuk-bentuk berikut.
a. p2
+ 2pq + q2
b. x2
– 4x + 4
Jawab

4.
Bentuk
ax2 + bx + c dengan a =
1
Pada pembahasan di
depan telah kalian pelajari mengenai perkalian antara suku dua dan suku dua
sebagai berikut.
Sebaliknya, bentuk suku
tiga x2 + 5x + 6 apabila difaktorkan menjadi

Perhatikan bahwa bentuk
aljabar x2 + 5x + 6 memenuhi bentuk x2 + bx + c.
Berdasarkan pengerjaan
di atas, ternyata untuk memfaktorkan bentuk x2 + bx + c dilakukan dengan
cara mencari dua bilangan real yang hasil kalinya sama dengan c dan jumlahnya
sama dengan b.

5.
Bentuk
ax2 + bx + c dengan a ≠ 1, a ≠ 0
Kalian telah mempelajari
perkalian antara suku dua dengan suku dua menjadi bentuk penjumlahan seperti
berikut.

Perhatikan bahwa (9 + 8) = 17 dan 9 × 8
= 12 × 6.
Berdasarkan uraian di
atas dapat dikatakan bahwa bentuk ax2 + bx + c dengan a ≠ 1, a ≠ 0
dapat difaktorkan dengan cara berikut.
ax2 + bx + c
= ax2 + px + qx + c
dengan p × q = a × c
dan p + q = b
Selain dengan
menggunakan sifat distributif, terdapat rumus yang dapat digunakan untuk
memfaktorkan bentuk aljabar ax2 + bx + c dengan a ≠ 1. Perhatikan
uraian berikut.

Dengan demikian, dapat
dikatakan bahwa m × n = a × c dan m + n = b.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan
bahwa ada dua cara untuk memfaktorkan bentuk aljabar ax2 + bx +
c dengan a ≠ 1 sebagai berikut.
a.
Menggunakan
sifat distributif

b.
Menggunakan
Rumus

D. OPERASI PADA PECAHAN BENTUK ALJABAR
1.
Penjumlahan
dan Pengurangan Pecahan Aljabar
Adapun pada penjumlahan
dan pengurangan pecahan aljabar dengan penyebut berbeda dapat dilakukan dengan
cara menyamakan penyebutnya terlebih dahulu menjadi kelipatan persekutuan
terkecil (KPK) dari penyebut-penyebutnya.
Contoh
Selesaikan operasi penjum-lahan atau
pengurangan berikut.

Jawab

2.
Perkalian
dan Pembagian Pecahan Aljabar
Perkalian antara dua
pecahan dapat dilakukan dengan mengalikan antara pembilang
dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.
Pembagian antara dua
pecahan aljabar dilakukan dengan mengubah bentuk pembagian menjadi bentuk perkalian
dengan cara mengalikan dengan kebalikan pecahan pembagi.
Contoh
Selesaikan operasi perkalian berikut.

Jawab

3.
Menyederhanakan
Pecahan Aljabar
Pecahan dikatakan
sederhana jika pembilang dan penyebut pecahan tersebut tidak lagi memiliki
faktor persekutuan, kecuali 1. Dengan kata lain, jika pembilang dan penyebut
suatu pecahan memiliki faktor yang sama kecuali 1 maka pecahan tersebut dapat disederhanakan.
Hal ini juga berlaku pada pecahan bentuk aljabar.
Menyederhanakan pecahan
aljabar dapat dilakukan dengan memfaktorkan pembilang dan penyebutnya terlebih
dahulu, kemudian dibagi dengan faktor sekutu dari pembilang dan penyebut tersebut.
Contoh
Selesaikan pembagian pecahan aljabar
berikut.

Jawab

4.
Menyederhanakan
Pecahan Bersusun (Kompleks)
Pecahan bersusun
(kompleks) adalah suatu pecahan yang pembilang
atau penyebutnya atau kedua-duanya masih memuat pecahan. Untuk menyederhanakan
pecahan bersusun, dilakukan dengan cara mengalikan pembilang dan penyebutnya
dengan KPK dari penyebut pecahan pada pembilang dan penyebut pecahan pada penyebut
pecahan bersusun.
Contoh
Sederhanakan pecahan.
Jawab

DAFTAR
PUSTAKA
Nuharini,
Dewi dan Tri Wahyuni. 2008. Matematika
Konsep dan Aplikasinya: untuk SMP/MTs Kelas VIII. Depdiknas. Jakarta.
Langganan:
Postingan (Atom)
